Upaya Gerakan Perempuan Lokal Pada Konflik Ekologi Pertambangan Wadas Pada Tahun 2018-2025
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Konflik ekologi di Desa Wadas merupakan bentuk eksploitasi sumber daya alam akibat dari proyek pertambangan yang tidak sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Proyek tersebut akan mengancam bentang alam dan kekayaan hayati di Desa Wadas, serta kelangsungan hidup masyarakat lokal akan terancam hilang. Kekhawatiran masyarakat terhadap resiko penambangan tersebut mendorong masyarakat lokal khususnya perempuan untuk membentuk gerakan penolakan yaitu, Wadon Wadas. Upaya yang dilakukan perempuan lokal lahir atas kesadaran perempuan untuk memperjuangkan hak hidup, serta hubungan erat antara perempuan dan alam Wadas. Penelitian ini menggunakan konsep Ecofeminist Philosophy yang dikembangkan oleh Karen J. Warren melalui tiga aspek: (1) feminism yang muncul pada peran perempuan melindungi dan menjaga alam; (2) alam, ilmu pengetahuan terutama ekologi ilmiah, pembangunan, dan teknologi yang saling berhubungan untuk mengakomodasikan keprihatinan ekologis dan lingkungan yang diajukan oleh feminis dan masyarakat lokal; (3) perspektif lokal yang menekankan pada peran perspektif masyarakat lokal dalam analisis dan solusi terhadap isu-isu lingkungan dan gender. Upaya gerakan Wadon Wadas dalam konflik ekologi pertambangan tidak terlepas dari tiga aspek filsafat ekofeminisme. Penelitian ini menemukan bahwa aspek-aspek filsafat ekofeminisme muncul dalam studi kasus konflik ekologi pertambangan di Desa Wadas meski masih menjadi catatan bahwa konteks teknologi dan pembangunan tidak sejalan dengan aspek yang terkait.