Analisis Potensi Ketersediaan Air Untuk Kebutuhan Air Baku Pada Das Merawu (Analysis Of Potential Water Availability For Raw Water Needs In Das Merawu)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sungai memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Di Pulau Jawa ini terdapat salah satu sungai terpanjang yaitu Sungai Serayu yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air penduduk di wilayah Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Sepanjang Sungai Serayu terdapat beberapa anak sungai salah satunya Sungai Merawu yang terletak di hulu Sungai Serayu dan menjadi Sub DAS prioritas. Dengan terjadinya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banjarnegara contohnya pada tahun 2019 sebanyak 923.215 jiwa mengalami kenaikan di tahun 2020 menjadi 928.076 jiwa, maka akan mempengaruhi jumlah pemenuhan kebutuhan kebutuhan air baku. Oleh karena itu, dilakukan analisis potensi ketersediaan air untuk kebutuhan air baku di DAS Merawu untuk mengetahui besarnya debit andalan 90% dan debit kebutuhan air baku di DAS Merawu. Perhitungan evapotranspirasi menggunakan data klimatologi Stasiun Karangkobar tahun 2003 dengan metode Penman Modifikasi. Kemudian analisis ketersediaan air dihitung dengan metode F.J. Mock dengan probabilitas debit andalan 90%. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dari 2 stasiun penakar hujan (Stasiun Kalisapi dan Karangkobar) dan data debit observasi Stasiun Clangap. Perhitungan model F.J. Mock dimulai dengan kalibrasi parameter DAS sehingga didapat nilai parameter optimum. Perhitungan kebutuhan air baku terdiri dari kebutuhan air domestik dan non domestik. Hasil dari perhitungan ketersediaan air dengan keandalan 90% diperoleh debit terhitung dari bulan Januari-Desember berturut-turut adalah 46,28; 47,02; 42,09; 21,27; 12,93; 9,18; 5,62; 3,11; 4,53; 10,24; 22,68; dan 26,65 m3/detik. Nilai kebutuhan air baku di DAS Merawu tahun 2033 sebesar 0,363 m3/detik. Hasil ketersediaan air tersebut sangat mencukupi kebutuhan air baku, sehingga dilakukan perhitungan kedua untuk mengidentifikasi cakupan maksimal dari ketersediaan air di DAS Merawu. Perhitungan kedua digunakan seluruh data penduduk Kabupaten Banjarnegara dengan hasil kebutuhan air baku sebesar 1,67 m3/detik. Hasil perhitungan kedua ini juga masih terpenuhi oleh debit andalan 90% minimum.