Implementasi Program Keagamaan dalam membentuk Karakter Peserta Didik di SD Muhammadiyah Condong Catur
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik sejak dini, melalui program keagamaan yang diimplementasikan di sekolah. Pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif saja, akan
tetapi harus mampu menanamkan nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari- hari. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi
Program Keagamaan Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SD Muhammadiyah Condong Catur serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelakasanaannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian meliputi waka kesiswaan, waka ISMUBA dan PSDM, kordinator program keagamaan, wali kelas, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa implementasi program keagamaan di SD Muhammadiyah Condong Catur berjalan secara terstruktur baik yang bersifat harian, bulanan, maupun tahunan. Langkah-langkah dalam membentuk karakter peserta didik di SD Muhammadiyah Condong Catur selaras dengan teori Thomas Lickona yang meliputi: pengetahuan moral (moral knowing) dapat ditemukan melalui program hafalan, kibar, keputrian, dan PPBA, perasaan moral (moral feeling) yang tampak pada program sholat duha dan berjama’ah, radio streaming, serta pesantren Ramadhan. Kemudian yang terakhir adalah tindakan moral atau (moral action) dapat dilihat melalui keterlibatan peserta didik menjadi imam dan memimpin doa. Dengan demikian, implementasi program keagamaan di SD Muhammadiyah Condong Catur terbukti efektif dalam membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, mandiri, sosial, dan kepemimpinan peserta didik.