<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kapasitas Dukung dan Penurunan Pondasi Tiang Bor Terhadap Variasi Dimensi menggunakan Program Plaxis 2D (Studi Kasus: Proyek Gedung Laboratorium Universitas Tidar Magelang)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perencanaan pembangunan Gedung Laboratorium Universitas Tidar Magelang dirancang dengan pondasi berjumlah 5 tiang pancang diameter 50 cm dengan panjang tiang 12 m. dalam perencanaan bangunan, aspek keamanan dan efisiensi ekonomi selalu dipertimbangkan. Setiap pondasi harus dapat mendukung beban hingga batas keamanan yang ditetapkan, termasuk beban maksimum yang mungkin terjadi. Analisis kapasitas dukung pondasi dilakukan dengan memperhitungkan data penyelidikan tanah, beban yang ditanggung, dimensi tiang, jarak antar tiang, serta data pendukung seperti kualitas mutu beton dan kedalaman pondasi tiang bor. Metode penelitian yang digunakan penulis berupa Metode Meyerhof, Metode Reese & Wright, Metode elemen hingga (PLAXIS 2D), dan analisis pembebanan menggunakan program ETABS. Pondasi tiang bor direncanakan dengan tiga pilihan diameter, yaitu 40 cm, 60 cm, san 80 cm. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana variasi dimensi mempengaruhi kapasitas dukung pondasi tiang bor dan penurunan yang terjadi pada pondasi tersebut dengan menggunakan metode statis dan metode elemen hingga yang didukung oleh software PLAXIS 2D. Hasil analisis kapasitas dukung tiang kelompok berjumlah 4 tiang menggunakan metode Meyerhof berdasarkan data laboratorium menunjukkan bahwa diameter 40 cm, 60 cm, dan 80 cm masing-masing memiliki kapasitas sebesar 3591,306 kN, 5662,557kN, dan 8383 kN, yang semuanya lebih besar dari nilai P = 3038,482 kN. Berdasarkan data NSPT, metode Meyerhof memberikan hasil 3780,471 kN, 6792,797 kN, dan 8951,543 kN untuk diameter 40 cm, 60 cm, dan 80 cm, yang juga lebih besar dari nilai P = 3038,482 kN. Sementara itu, metode Reese & Wright menghasilkan kapasitas sebesar 3416,226 kN, 5324,158 kN, dan 7307,602 kN untuk diameter yang sama, yang semuanya melebihi nilai P = 3038,482 kN. Dengan demikian, pondasi tiang bor berjumlah 4 tiang dengan diameter 40 cm sudah cukup aman digunakan untuk pembangunan gedung laboratorium ini. Analisis penurunan pondasi kelompok tiang bor menggunakan metode teoritis dan metode elemen hingga (PLAXIS 2D) menunjukkan bahwa pada metode teoritis, penurunan untuk diameter 40 cm, 60 cm, dan 80 cm masing-masing sebesar 0,032 m, 0,023 m, dan 0,022 m, yang masih lebih kecil dari penurunan izin tiang sebesar 0,050 m. Sedangkan pada program PLAXIS 2D, penurunan untuk diameter 40 cm, 60 cm, dan 80 cm masing-masing sebesar 0,032 m, 0,030 m, dan 0,029 m, yang masih dalam batas aman dari penurunan yang diizinkan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By