Analisis Keandalan Embung Selopamioro dalam Memenuhi Kebutuhan Air Baku dan Irigasi Daerah Imogiri Bantul
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pengelolaan sumber air di Daerah Imogiri Kabupaten Bantul masih kurang maksimal. Meskipun ada beberapa mata air di daerah tersebut, namun ketersediaan airnya masih belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk masyarakatnya. Oleh karena itu diperlukan solusi sebagai pemecahan untuk mendapatkan sistem pengelolaan air yang baik, sehingga roda kehidupan dan perekonomian masyarakat dapat berjalan baik dengan memanfaatkan lahan yang ada. Salah satunya adalah dengan cara membangun penampung air berupa embung. Dengan adanya Embung Selopamioro, diharapkan air hujan yang jatuh pada Daerah Imogiri, Kabupaten Bantul dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Penelitian dilakukan dengan beberapa analisis, yaitu kapasitas embung dengan metode tiga perbandingan meliputi analisis ketersediaan air, analisis kebutuhan air, dan analisis karakteristik topografi. Analisis keandalan embung dilakukan dengan simulasi neraca air embung dan tingkat keandalan embung dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. Tampungan maksimal pada Embung Selopamioro adalah sebesar 9.317,72 m3 dengan 8.979,71 m3 sebagai tampungan hidup dan 338,01 m3 sebagai tampungan mati. Kebutuhan air yang dapat terpenuhi ketersediaannya adalah kebutuhan air irigasi 9,71 ha sebesar 667.683,556 m3 dan kebutuhan air baku 1.318 jiwa sebesar 23.032,05 m3 . Tingkat keandalan dilakukan dengan 3 kondisi. Pertama, tingkat keandalan embung untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku memiliki nilai keandalan paling rendah 1,45%. Kedua, tingkat keandalan embung untuk memenuhi kebutuhan air irigasi saja dengan nilai paling rendah 1,5%. Ketiga, tingkat keandalan embung untuk alternatif pelayanan kebutuhan air irigasi dengan luasan sawah 9,71 ha, dan kebutuhan air baku dengan jumlah penduduk 1.318 jiwa memiliki nilai terendah yaitu 51%.