Karakteristik Pasien Otomikosis di RS UII pada Tahun 2021-2024
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Otomikosis adalah infeksi jamur pada liang telinga luar yang sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis dengan kelembapan tinggi. Penyakit ini umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi memerlukan pengobatan jangka panjang dan memiliki angka kekambuhan yang tinggi. Faktor risiko meliputi riwayat penggunaan antibiotik topikal, penggunaan cotton bud, kelembapan yang tinggi, trauma telinga, dan kebersihan telinga yang buruk. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien otomikosis berdasarkan usia, jenis kelamin, faktor risiko, sisi telinga, gejala klinis, pemeriksaan fisik, terapi, dan durasi pengobatan di RS UII pada tahun 2021-2024. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif observasional menggunakan data sekunder rekam medis pasien rawat jalan yang terdiagnosis otomikosis di RS UII Bantul periode 2021–2024. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 211 pasien. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif univariat. Hasil: Mayoritas pasien berusia dewasa (19-44 tahun) sebesar (67,3%) dan berjenis kelamin perempuan (68,7%). Sebagian besar tidak memiliki riwayat penggunaan cotton bud (92,9%), namun lebih dari setengah memiliki riwayat penggunaan antibiotik (56,9%). Distribusi sisi telinga hampir merata antara kanan (37,9%), kiri (34,1%), dan bilateral (28,0%). Gejala klinis terbanyak adalah discharge (44,1%), sedangkan pemeriksaan fisik terbanyak menunjukkan CAE hiperemis (44,5%). Terapi yang paling banyak digunakan adalah antijamur topikal (76,8%), dengan durasi pengobatan >2 minggu sebesar (81,0%). Kesimpulan: Pasien otomikosis di RS UII periode 2021–2024 didominasi oleh perempuan dewasa dengan riwayat penggunaan antibiotik topikal. Gejala klinis terbanyak adalah discharge, dengan terapi utama antijamur topikal dan durasi pengobatan >2 minggu.