Integrasi Supervised Machine Learning dan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Penyakit Diabetes Melitus di Daerah Istimewa Yogyakarta
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Menurut data dari Riskesdas menunjukkan bahwa D.I. Yogyakarta menempati urutan
ketiga dengan prevalensi penderita diabetes melitus tertinggi, setelah jakarta dan
balikpapan, dengan total penderita mencapai 747.712 jiwa hingga tahun 2020 lalu. Hal
tersebut seiring dengan peningkatan angka kematian yang disebabkan karena penderita
diabetes melitus tipe II yang mengalami komplikasi karena faktor yang tidak diketahui.
Oleh karenanya, untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan adanya upaya
pencegahan faktor risiko komplikasi diabetes melitus bagi pada penderita untuk
menekan angka kematian akibat komplikasi diabetes sekaligus meningkatkan kualitas
hidupnya. Dalam penelitian diberikan solusi permasalahan dengan mengintegrasikan
antara algoritma supervised machine learning dan Failure Method and Effect Analysis.
Penerapan machine learning dilakukan menggunakan dataset dari Rumah Sakit Panti
Rapih dan komunitas diabet di jogja, yaitu “Sobat Diabet”, dengan membandingkan
tiga algoritma untuk memprediksi apakah seseorang berpotensi terkena komplikasi
diabetes tipe apa, yaitu Naïve Bayes, Support Vector Machine, dan Random Forest.
Dari hasil perbandingan tersebut menunjukkan bahwa algoritma Random Forest
memiliki nilai akurasi yang paling tinggi, yaitu 98,82% sedangkan kedua algoritma
lainnya, yaitu Naïve Bayes menghasilkan performansi sebesar 86% dan Support Vector
Machine sebesar 69%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam studi kasus penelitian
yang dilakukan, Random Forest merupakan algoritma yang paling optimal untuk
memprediksi kemungkinan terjadinya komplikasi pada penderita DM. Setelah
diketahui hasil prediksi berdasarkan output machine learning, selanjutnya akan
diberikan rekomendasi upaya pencegahan untuk masing-masing jenis komplikasi pada
diabetes melitus, yang dilakukan berdasarkan perhitungan nilai Risk Priority Number
(RPN) dan Probability Impact Matrix dari FMEA.