<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kekuatan Eksekutorial Putusan Pailit Asing di Indonesia

dc.contributor.advisorEry Arifudin, SH, MH.
dc.contributor.authorFirdausi, Misbah Alam, 13410224
dc.date.accessioned2018-04-25T10:04:06Z
dc.date.available2018-04-25T10:04:06Z
dc.date.issued2017-05-24
dc.description.abstractSkripsi ini membahas mengenai “KEKUATAN EKSEKUTORIAL PUTUSAN PAILIT ASING DI INDONESIA (STUDI KASUS KEPAILITAN MANWANI SANTOSH TEKCHAND MELAWAN OCBC SECURITIES)”. Dalam penulisan skripsi ini, dalam hemat penulis melihat permasalahan yang ada dalam Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang terutama mengenai kepailitan lintas batas negara. Yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimanakah penerapan prinsip dan hukum kepailitan Indonesia dalam studi kasus kepailitan Manwani Santosh Tekchand melawan OCBC Securities dan Bagaimana cara mengeksekusi putusan pailit dari Pengadilan Asing terhadap debitor tersebut di Indonesia menurut hukum Indonesia. dalam penulisan skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normative, sedangkan metode analisis datanya adalah metode kualitatif. Penulis mengumpulkan bahan dari literature-literatur baik yang bersifat hardcopy maupu softcopy. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa putusan pengadilan asing secara formil memang merupakan akta otentik yang dapat diterima sebagai alat bukti yang sah di pengadilan, namun secara materil tidak mengikat sehingga hanya sebagai fakta hukum yang dinilai secara bebas sesuai dengan pertimbangan dari hakim. Saran dari permasalahan ini adalah bahwa beberapa hal yang patut diperhatikan adalah perlunya dilakukan penyempurnaan dalam Undang-undang Kepailitan Indonesia khususnya hukum acara terkait dengan adanya keterlibatan debitor asing atau kreditor asing dalam perkara kepailitan lintas batas negara (cross border insolvency). Dimana perlu adanya pembatasan mengenai sejauh mana suatu kegiatan atau aktivitas dapat dikategorikan sebagai menjalankan “profesi dan usaha” di wilayah Negara Republik Indonesia. Disamping itu, perlu adanya penekananan mengenai perbedaaan subyek hukum dalam negeri dengan subyek hukum luar negeri yang diatur dalam Undang-undang Kepailitan Indonesia. Serta membentuk dalam hukum kepailitannya (UUK-PKPU) ketentuan yang mengakomodasi kemungkinan putusan pailit pengadilan asing untuk dapat diakui dan dilaksanakan oleh pengadilan Indonesia sepanjang memenuhi persyaratan yang diatur. Apabila alternative ini yang diambil maka ada baiknya pembentuk undang-undang merujuk pada Model law yang dipersiapkan oleh UNCITRALid
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/7034
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaid
dc.subjectKepailitanid
dc.subjectKepailitan Lintas Batas Negaraid
dc.subjectPutusan Asingid
dc.subjectPengakuanid
dc.titleKekuatan Eksekutorial Putusan Pailit Asing di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 9
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
293.07 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminari.pdf
Size:
1.29 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
127.2 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
231.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
05.1 bab 1.pdf
Size:
436.72 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections