Implementasi Crash Program pada Proyek Maintenance Mesin Furnace BA-XXX untuk meningkatkan Keuntungan Produksi Ethylene (Studi Kasus: PT. XYZ)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penjadwalan merupakan aspek penting dalam manajemen proyek untuk memastikan efektivits dan efisiensi serta menghindari terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek dan pemborosan biaya. Pada penelitian ini akan berfokus pada proyek maintenance mesin Furnace BA-XXX yang melibatkan proses preventive maintenance dan corrective maintenance, saat proyek berlansung mesin harus berada pada kondisi shutdown sehingga hal ini dapat mengganggu proses produksi ethylene pada perusahaan serta penurunan pendapatan yang signifikan pada sektor produksi perusahaan. Oleh karna itu diperlukan optimalisasi penjadwalan untuk mempercepat penyelesaian proyek dengan mempertimbangkan sumberdaya untuk menghindari kerugian terhadap perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) untuk mengidentifikasi jalur kritis pada alur aktivitas kerja dan metode Crashing untuk melakukan pemadatan jadwal guna mempecepat durasi penyelesaian proyek. Analisis jalur kritis menunjukan bahwa aktivitas yang memiliki durasi slack 0 mempengaruhi durasi penyelesaian keseluruhan proyek, penerapan Crashing dilakukan dengan membuat dua skenario pemadatan dengan cara menambah tenaga kerja dalam aktivitas yang berbeda pada jalur kritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemadatan yang dilakukan meggunakan metode Crashing berhasil mengurangi durasi proyek dari 80 shift kerja menjadi 74 shift kerja, atau percepatan selama 3 hari kerja. Skenario pertama menghasilkan total biaya proyek sebesar Rp1.916.100.000,00, sementara skenario kedua memiliki biaya sebesar Rp1.901.700.000,00. Kedua skenario menunjukan peningkatan efisiensi yang sama terhadap percepatan pemulihan produksi ethylene dengan total pendapatan produksi dalam kondisi crashing sebesar Rp5.920.200.000,00 dan keuntungan terbesar dihasilkan oleh kondisi crashing skenario 2 dengan nilai keuntungan Rp4.018.500.000,00. Hal ini menunjukan peningkatan efisiensi waktu berdampak pada percepatan pemulihan produksi dan peningkatan pendapatan dibandingkan kondisi proyek normal dan delay. Kesimpulannya kombinasi metode PERT dan Crashing terbukti efektif dalam mengoptimalkan jadwal proyek maintenance mesin furnace BA-XXX. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif dari shutdown produksi, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta memaksimalkan keuntungan dengan biaya yang terkontrol.