Pengaruh Sekam Padi sebagai Agregat pada Batako Terhadap Aspek Teknis, Biaya Produksi, dan Redaman Suara
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kebutuhan material bahan konstruksi yang saat ini meningkat mendorong para ahli berinovasi untuk membuat atau menciptakan material bahan konstruksi yang baru. Salah satu inovasi yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan bahan dari limbah petanian seperti sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan sekam padi sebagai agregat yang menggantikan fungsi pasir, ahar berat volumenya menjadi lebih ringan dengan tinjauan pada aspek teknis, biaya produksi, dan redaman suara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dimulai dari pengecekan bahan susun batako hingga melakukan pengujian laboratorium. Bahan susun batako terdiri dari semen, abu batu, dan sekam padi yang dibagi menjadi beberapa variasi. Pengujian ini meliputi pengujian kuat tekan dan pengujian daya serap air yang berpedoman pada SNI 03-0349-1989. Selain itu, akan dilakukan juga pengujian daya redam suara dan perhitungan harga pokok produksi guna membandingkannya dengan harga batako yang ada di pasaran. Penelitian ini juga melakukan pengujian yang serupa pada bata ringan Citicon yang berfungsi sebagai control material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata tertinggi batako sekam padi adalah 13,64 kg/cm2 , berat volume rata-rata 1104,28 kg/m3 dan nilai daya serap air 23,99 %. Hasil di atas berasal dari batako sekam padi dengan perbandingan komposisi semen : abu batu : sekam padi sebesar 1 : 1 : 4. Sedangkan kuat tekan bata ringan Citicon sebesar 12,64 kg/cm2 , berat volume 800 kg/m3 , dan nilai daya serap air 39,9 %. Harga jual batako sekam padi didapatkan sebesar Rp 521.000,- per m3 , yang lebih murah 34,21% dari harga Citicon sebesar Rp 792.000,- per m3 . Untuk harga batako konvensional dengan ukuran 12 cm x 22 cm x 40 cm sebesar Rp 5.448,- sedangkan harga batako sekam padi sebesar Rp 5.500,- per buah dimana hanya terdapat perbedaan harga sebesar 0,9 % saja. Hal ini membuktikan harga batako sekam padi masih dapat bersaing di pasaran. Break even point akan terjadi pada produksi batako sekam padi yang ke 45.398 buah, yang diperkirakan akan terjadi pada pada 1,01 tahun sejak produksi pertama kali. Nilai redaman suara tertinggi sebesar 17 dB terjadi pada Variasi I sedangkan Bata Citicon memiliki redaman yang lebih baik, yaitu sebesar 28,76 dB.