<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Stigma Labeling Terhadap Narapidana Residivis di Yogyakarta dan Peran Balai Pemasyarakatan dalam Proses Reintegrasi Sosial

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fenomena residivis menunjukkan masih terjadinya pengulangan tindak pidana oleh pelaku yang sebelumnya telah menjalani pidana, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi proses reintegrasi sosial mantan narapidana adalah stigma labeling dari masyarakat yang dapat menimbulkan penolakan sosial, stereotip negatif, serta hambatan dalam memperoleh pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk stigma labeling yang dialami narapidana residivis dalam proses reintegrasi sosial, menganalisis pengaruh stigma labeling terhadap narapidana residivis di Yogyakarta, serta mengkaji kebijakan Balai Pemasyarakatan dalam upaya mengurangi dampak negatif stigma tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk stigma labeling yang dialami narapidana residivis di Yogyakarta, antara lain berupa pelabelan negatif sebagai “mantan narapidana”, stereotip sosial, cemooh dari lingkungan sekitar, serta sikap menjaga jarak dari masyarakat. Stigma tersebut berpengaruh terhadap kondisi sosial, psikologis, dan ekonomi mantan narapidana, seperti munculnya rasa minder, tekanan psikologis, serta kesulitan memperoleh pekerjaan dan beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial. Namun demikian, stigma labeling bukan merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan residivis karena pengulangan tindak pidana juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan pergaulan, dan kesempatan kerja. Balai Pemasyarakatan di Yogyakarta berupaya mengurangi dampak stigma melalui program pembinaan, bimbingan kemasyarakatan, serta asesmen risiko seperti penelitian kemasyarakatan (litmas), Risk Residivism Instrument (RRI), dan Assessment Kebutuhan Kriminogenik (AKK) guna mendukung proses reintegrasi sosial narapidana ke dalam masyarakat.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By