<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Self-compassion dan Regulasi Emosi Pada Mahasiswa dengan Banyak Peran

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan yang digunakan individu untuk mempengaruhi emosi yang dimilikinya, bagaimana individu mengalaminya, dan bagaimana individu mengekspresikan emosinya. Terdapat dua tipe kemampuan individu dalam melakukan regulasi emosi, yaitu cognitive reappraisal (penilaian ulang kognitif) dan expressive suppression (penekanan ekspresif) yang masing-masingnya dapat digunakan sesuai konteks dan tujuan individu. Banyaknya peran yang dilakukan mahasiswa bisa berdampak pada kondisi emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan regulasi emosi pada mahasiswa dengan banyak peran. Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe cognitive reappraisal dan adanya hubungan positif antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe expressive suppression pada mahasiswa dengan banyak peran. Partisipan dalam penelitian ini adalah 272 mahasiswa yang minimal mengikuti 1 organisasi dengan rentang usia dewasa awal, yaitu 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Self-Compassion Scale oleh Neff (2003) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross & John (2003). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe cognitive reappraisal (p<0.001) dan adanya hubungan positif signifikan antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe expressive suppression (p<0.05) pada mahasiswa dengan banyak peran.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By