Art Center with a Regionalism Architecture Approach in Madiun, East Java
| dc.contributor.author | Putri, Pradnya Paramitha | |
| dc.date.accessioned | 2026-11-02T07:48:19Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Madiun dikenal memiliki kebudayaan khas yang beragam, mulai dari kuliner, seni bela diri, hingga seni tari. Kebudayan ini masih berkembang hingga saat ini, meski peminatnya terus menurun, terutama pada kesenian tari. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan minat masyarakat terhadap budaya lokal adalah kurangnya wadah pengembangan dan pola masyarakat yang mudah terbawa arus tren modernisasi. Oleh karena itu, sebuah Gedung Kesenian menjadi jawaban bagi permasalahan tersebut. Pendekatan Arsitektur Regionalisme dipilih karena Madiun memiliki kekayaan arsitektur lokal yang berasal dari Jawa Timur dan peninggalan masa kolonial. Rumusan masalah khusus yang akan diselesaikan yaitu bagaimana tata ruang bangunan kesenian dan fleksibilitas ruang kegiatan utama yang mampu mewadahi ragam kegiatan seni Tari Dongkrek, Tari Gambyong, dan Tari Solah Mediunan serta bagaimana bentuk bangunan dengan adaptasi karakter bangunan Indische dan bangunan tradisional Madiun dapat mengekspresikan identitas lokal sekaligus menjaga keselarasan dengan konteks lingkungan sekitar. Metode perancangan dilakukan melalui observasi terhadap prinsip kedua kebudayaan, studi literatur mengenai regulasi, iklim, dan standar ruang, serta pengujian desain dengan parameter yang mengacu pada teori Critical Regionalism Kenneth Frampton. Validasi dilakukan melalui kuesioner kepada masyarakat Madiun untuk menilai ketercapaian nilai lokal dalam rancangan. Hasil rancangan berupa bangunan gedung kesenian yang memadukan ciri khas arsitektur Jawa dan kolonial melalui pengaturan tata ruang, hierarki, bentuk atap, hingga fasad. Dari depan, pengunjung disambut oleh bangunan ruang komunitas dan lobi yang terhubung dengan innercourt sebagai pusat orientasi ruang. Innercourt dikelilingi oleh area kuliner, mushola, dan ruang utama yaitu ruang pertunjukan luas. Ornamen batik terdapat pada curtain wall, dan bukaan khas kolonial digunakan pada setiap jendela | |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/67254 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | |
| dc.subject | Arsitektur Regionalisme | |
| dc.subject | Gedung Kesenian | |
| dc.subject | Madiun | |
| dc.subject | Tari Dongkrek | |
| dc.title | Art Center with a Regionalism Architecture Approach in Madiun, East Java | |
| dc.type | Thesis |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1