Emisi Gas Rumah Kaca dalam Aktivitas Pengumpulan Limbah Elektronik Oleh Sektor Informal (Studi Kasus: Daerah di Kabupaten Sleman)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Kabupaten Sleman merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Sistem pengumpulan limbah elektronik di Kabupaten
Sleman dilakukan oleh para pelaku usaha di sektor informal. Hal ini disebabkan
karena kurangnya fasilitas pengelolaan limbah elektronik. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menganalisis kondisi eksisting sistem pengumpulan limbah
elektronik yang dilakukan oleh para pelaku usaha di sektor informal serta dampak
yang dihasilkan dari aktivitas tersebut terhadap emisi gas rumah kaca. Melalui
metode snowball sampling, didapatkan 14 lokasi pengepul limbah elektronik,
namun hanya 8 dari 14 yang dapat dijadikan sampel. Aktivitas pengumpulan di 8
lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan mobil pickup, mobil wagon,
maupun motor yang dilengkapi gerobak. Untuk memperoleh limbah elektronik
tersebut, pada pelaku usaha melakukan sistem keliling (door – to – door) dan juga
panggilan. Tentunya penggunaan kendaraan bermotor pada aktivitas tersebut
menghasilkan emisi gas rumah kaca. Perhitungan emisi gas rumah kaca dilakukan
menggunakan metode IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dengan
parameter emisi CO2, CH4, dan N2O. Pada aktivitas tersebut mampu menghasilkan
emisi CH4 sebesar 258,1 kg CO2(eq)/tahun, N2O sebesar 220,2 kg CO2(eq)/tahun, dan
CO2 sebesar 18.184,94 kg CO2(eq)/tahun dengan menggunakan faktor emisi default
IPCC serta 17.576,66 kg CO2(eq)/tahun dengan menggunakan faktor emisi lokal.