Analisis perkerasan Stone Matrix Asphalt (SMA) dengan filler bottom ash batu bara berdasarkan variasi metode pencampuran dan prediksi umur pelayanan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat menyebabkan kebutuhan terhadap pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur jalan meningkat. Kondisi tersebut menuntut inovasi penggunaan material, jenis perkerasan, dan metode pencampuran perkerasan yang mampu memberikan kinerja serta umur pelayanan yang baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan limbah bottom ash batu bara sebagai substitusi filler pada campuran Stone Matrix Asphalt (SMA). Penelitian sebelumnya oleh Rahayu (2024) menunjukkan bahwa penggunaan filler bottom ash dengan metode pencampuran satu tahap memiliki kadar optimum 50%. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja campuran SMA menggunakan filler limbah bottom ash dengan kadar yang paling optimum yaitu 50% dengan variasi metode pencampuran serta menganalisis prediksi umur pelayanannya, sehingga diharapkan mendapatkan metode pencampuran yang paling optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental mengacu pada Direktorat Jenderal Bina Marga 2024 dan Direktorat Jenderal Bina Marga 2025. Penelitian ini menggunakan variasi metode pencampuran dua tahap dan tiga tahap. Adapun digunakan data sekunder dari Rahayu (2024) yaitu data metode pencampuran satu tahap sebagai pembanding metode pencampuran. Pengujian dilakukan terhadap karakteristik volumetrik, kekuatan struktur, durabilitas, dan prediksi umur pelayanan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh metode pencampuran memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Namun, metode pencampuran tiga tahap menghasilkan kinerja terbaik, dengan distribusi aspal yang lebih merata, komposisi agregat yang lebih padat, dan ketahanan terhadap air dan temperatur yang lebih baik. Dalam analisis prediksi umur layanan, semua metode pencampuran menunjukkan kerusakan awal pada titik deformasi permanen.