Analisis Faktor-faktor yang berhubungan Terhadap Resistensi Erythropoietin Pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisis
| dc.Identifier.NIM | 21711166 | |
| dc.contributor.author | Ilhami, Rahmat Hidayat Nur | |
| dc.date.accessioned | 2025-01-23T02:15:45Z | |
| dc.date.available | 2025-01-23T02:15:45Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang : Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) dapat mengalami defek pada sel peritubular dalam memproduksi hormon Erythropoietin (EPO) dengan manifestasi anemia renalis. Pemberian ESA sebagai tatalaksana anemia renalis dapat menimbulkan resistensi sebesar 10-15% kejadian. Terdapat faktor-faktor yang berhubungan terhadap resistensi EPO seperti usia, jenis kelamin, Indeks Masa Tubuh (IMT), penggunaan obat ACEi dan ARB, status merokok, dan defisiensi besi. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap resistensi EPO pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan pada pasien PGK yang menjalani HD di RS Muhammadiyah PKU Bantul dengan 90 subjek penelitian dengan desain cross-sectional menggunakan data primer dan sekunder. Penilaian resistensi erythropoietin berdasarkan dosis ESA /berat badan dalam minggu (Kg)/Hb (g/dl). Kelompok resistan ERI derajat rendah yaitu 2.0 - 5.0 IU/kg/week/g/dl dan resistan ERI derajat tinggi >5.0 – 33.7 IU/kg/week/g/dl. Analisis hubungan dua variabel dilakukan dengan menggunakan uji chi-square apabila syarat terpenuhi. Hasil signifikan dengan nilai p <0,05. Hasil : Terdapat hubungan antara faktor penggunaan obat ACEi dan ARB serta status sebagai perokok dengan keadaan resistan derajat tinggi terhadap EPO dengan hasil p<0,05. Tidak terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, IMT, dan defisiensi besi terhadap derajat resistan EPO. Pada analisis regresi logistik biner, ditemukan ARB dapat meningkatkan 0,247 kali dan status perokok 7,4 kali mengalami resistan terhadap EPO dengan p<0,05. Kesimpulan : Obat anti hipertensi kelas ARB dan merokok berhubungan dengan kejadian resistan derajat tinggi terhadap EPO. ARB dapat meningkatkan 0,247 kali dan merokok 7,4 kali lipat kejadian resistan EPO. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/54602 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | PGK | en_US |
| dc.subject | Resistan EPO | en_US |
| dc.subject | Faktor Risiko | en_US |
| dc.title | Analisis Faktor-faktor yang berhubungan Terhadap Resistensi Erythropoietin Pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisis | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |