<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Kedisplinan Siswa Melalui Salat Berjamaah Dzuhur dan Ashar di SMA UII Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui kegiatan salat berjamaah Dzuhur dan Ashar di SMA UII Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya nilai kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik, yang dapat ditanamkan melalui kegiatan religius, khususnya salat berjamaah. SMA UII Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai keislaman telah menerapkan program salat berjamaah Dzuhur dan Ashar sebagai sarana pembinaan karakter. Namun, masih ditemui kendala berupa kurangnya kesadaran sebagian siswa dalam melaksanakan ibadah secara konsisten, sehingga peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan mereka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diperkuat dengan studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah. Analisis dilakukan secara induktif dengan menekankan makna di balik data lapangan. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa SMA UII Yogyakarta yang terlibat langsung dalam kegiatan salat berjamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai motivator, pembimbing, teladan, sekaligus pengawas dalam pelaksanaan salat berjamaah. Guru tidak hanya mengajak dan mengingatkan siswa untuk salat tepat waktu, tetapi juga terlibat langsung dalam mengimami, mengatur saf, hingga membina siswa yang tidak disiplin melalui pendataan dan pembinaan khusus. Faktor pendukung keberhasilan program ini antara lain adanya kerja sama dengan organisasi Rohis, keterlibatan seluruh guru, serta fasilitas sekolah yang memadai. Namun demikian, terdapat kendala berupa rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, keterbatasan sarana tertentu, serta latar belakang keluarga yang kurang mendukung.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By