<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

MODEL PENENTUAN HALAL COST BERDASARKAN PENDEKATAN COST OF QUALITY (Studi Kasus Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Cabang Jalan Kaliurang)

Abstract

Market responsive supply chain menuntut perusahaan harus responsif terhadap kebutuhannya serta pemenuhan kebutuhan pelanggannya. Pemenuhan kebutuhan pelanggan (customer satisfaction) penting dilakukan agar bisnis yang dijalankan sehat dan tetap berjalan. Tetapi belum semua mempertimbangkan biaya penjaminan halal. Analisis biaya penjamin halal penting dilakukan agar perusahaan dapat mengatur strategi yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan dan kapasitas yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase biaya penjaminan kehalalan dengan menggunakan metode Prevention Appraisal Cost (PAF) dan Process Cost, serta pengaruhnya terdahap keputusan pembelian konsumen. Hasil dari metode PAF menghasilkan biaya terbesar pada kegiatan pencegahan yaitu sebesar 51%. Pada metode process cost rerata biaya cost of conformance yang dikeluarkan perhari sebesar 91% sedangkan cost of non conformance sebesar 9%. Prosentase biaya penjaminan kehalalan dan keamanan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk produk ayam penyet dibandingkan dengan omset perhari produk ayam penyet adalah sebesar 4%. Hasil pengujian minat konsumen terhadap kesediaan membayar lebih untuk biaya penjaminan kehalalan dan keamanan dan hasilnya konsumen bersedia membayar lebih untuk biaya penjaminan kehalalan dan keamanan karena harga dirasa sesuai dengan kualitas produk dan pelayanan yang diberikan. Analisis biaya penjaminan kehalalan dan keamanan dapat dijadikan justifikasi dalam penentuan strategi bisnis.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By