Analisis Neo-liberalisme Terhadap Isu Panama Papers Scandal Pada Perekonomian Negara Panama Tahun 2016 - 2021
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Skandal Panama Papers merupakan peristiwa kebocoran data besar-
besaran dari Mossack Fonseca Law Firm yang berbasis di negara Panama sebagai
salah satu negara suaka pajak (Tax Haven countries). Dokumen tersebut
menjelaskan bagaimana perusahaan membantu klien dalam membangun bisnis
cangkang (shell companies) untuk menghindari pajak, sehingga mengungkap
beberapa pelanggaran keuangan berat seperti penghindaran pajak (Tax Evasion),
pencucian uang (Money Laundering), dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis Perspektif Neoliberalisme terhadap Isu Panama Papers Scandal dan
kaitannya pada perekonomian negara Panama dari Tahun 2016-2021 dengan
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan Teori Neoliberalisme oleh
Manfred B. Steger dan Ravi K. Roy, tiga variabel dari perspektif ini adalah (1)
Ideology; (2) Mode of Governance; dan (3) Policy Packages". Di mana, tiga
manifestasi policy packages Neoliberalisme biasa dikenal dengan “D-L-P
Formula” atau Deregulasi, Liberalisasi, dan Privatisasi. Sehingga, “Deregulasi”
memiliki indikator zona deregulasi keuangan dan mempengaruhi penurunan Tax-
to-GDP ratio dan FDI Panama, “Liberalisasi” memiliki indikator pasar bebas
yang mempengaruhi penurunan volume “capital flows” Panama,
serta“Privatisasi” yang memiliki indikator akuisisi state-owned enterprises yang
memiliki implikasi yang sama dengan indikator yang lain terhadap Panama.
Sehingga, analisis teori Neoliberalisme terhadap Isu Panama Papers Scandal
terbukti memiliki implikasi negatif terhadap Perekonomian Negara Panama dari
tahun 2016-2021. Sehingga, argumen dari penelitian ini terbukti relevan dengan
data dan hasil analisis yang diperoleh.