Efektivitas dan Reaksi Obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Antiosteoporosis di RS Akademik UGM
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Osteoporosis merupakan silent disease, di mana efektivitas pengobatan dan kejadian Reaksi Obat Tidak Dikehendaki (ROTD) memengaruhi keberhasilan terapi secara keseluruhan. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pengobatan serta kejadian ROTD dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional potong-lintang retrospektif dengan data rekam medis pasien osteoporosis periode 2020–2024, yang menilai efektivitas tanda dan gejala klinis. Analisis Data: Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher exact, dilanjutkan regresi logistik untuk variabel dengan p <0,25 guna menentukan faktor yang berpengaruh. Hasil: Sebanyak 42 dari 80 pasien yang menjalani pengobatan osteoporosis menunjukkan respons terapi yang efektif, ditunjukkan oleh penurunan skor VAS secara subjektif serta tidak ditemukannya fraktur berulang sebagai data objektif. Variabel yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pengobatan adalah fraktur berulang (OR 6,295; IK 95%: 1,207–32,825) dan regimen pengobatan (OR 7,043; IK 95%: 1,314–36,993). Kejadian ROTD tercatat pada 15% pasien, dengan keluhan terbanyak berupa konstipasi (10 pasien) dan sakit kepala (2 pasien). Namun, tidak ditemukan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian ROTD. Kesimpulan: Mayoritas pasien mencapai efektivitas terapi yang diharapkan, dengan perbaikan gejala dan ROTD ringan. Studi ini merekomendasikan penelitian prospektif pada pasien yang baru didiagnosis osteoporosis untuk menilai efektivitas terapi dan hubungan kausal ROTD.