Analisis Perbedaan Tarif Ina-Cbg’s Dan Biaya Riil Penyakit Angina Pektoris Stabil Di Unit Rawat Jalan Rsud Kota Yogyakarta Tahun 2021
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Angina pektoris stabil merupakan penyakit jantung kasatropik dengan angka pembiayaan tinggi yang ditanggung dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan masuk dalam klaim INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups). Angina pektoris stabil merupakan sindrom klinis yang terjadi karena ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan penyediaan oksigen otot miokard yang disebabkan kurangnya aliran darah koroner akibat proses aterosklerosis arteri koronaria. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tarif INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups) dan biaya riil. Pengambilan data mengunakan metode retrospektif catatan rekam medik, farmasi, dan pembiayaan pengobatan di bagian penjaminan RSUD Kota Yogyakarta tahun 2021. Jenis penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan Independent Sample T-test untuk mengetahui signifikasi antara tarif INA-CBG’s dengan biaya riil dan analisis deskriptif untuk mengetahui rata- rata biaya riil dan gambaran obat kardiovaskular. Hasil penelitian mengenai gambaran obat kardiovaskular diketahui obat yang paling banyak diresepkan pada pasien angina pektoris stabil adalah bisoprolol (18,20%). Rata- rata biaya riil pada pasien angina pektoris rawat jalan di RSUD Kota Yogyakarta sebesar Rp. Rp. 72,534.13 (34.86 %) sebanyak 110 pasien dengan kode INA-CBG’s Q-5-44-0 (Penyakit kronis kecil lain- lain) pada tahun 2021. Komponen biaya yang mempunyai alokasi dana terbesar selama perawatan pasien angina pektoris stabil yaitu biaya obat. Hasil menunjukkan selisih negatif biaya riil lebih besar daripada tarif INA-CBG’s dengan total selisih negatif Rp. 2.941.609, berdasarkan hasil statistika (p=0.033) menunjukkan perbedaan signifikan antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s.