Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik Terkait Akal Imitasi (AI) Para Tenaga Kesehatan di RSUD Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Perkembangan Akal Imitasi (AI) pada sektor kesehatan di Indonesia masih tahap awal dengan berbagai keterbatasan. Pengetahuan, sikap, dan persepsi tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi AI di rumah sakit. Tujuan: Menganalisis pengaruh karakteristik responden dengan pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik, serta pengaruh pengetahuan, persepsi, sikap terhadap praktik penggunaan AI di RSUD Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian cross-sectional pada tenaga kesehatan menggunakan kuesioner melalui proses translasi, validitas, dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0.60). Analisis data menggunakan Chi-Square untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik serta analisis pengaruh menggunakan Firth logistic regression (p<0,05) pada variabel pengetahuan, persepsi, dan sikap terhadap praktik. Hasil: Sejumlah 92 responden mayoritas memiliki pengetahuan cukup (41,30%), persepsi positif (86,95%), sikap baik (93,48%) dan praktik AI pada kategori kurang (56,52%). Pendidikan terakhir berhubungan signifikan dengan sikap serta pengetahuan, persepsi, dan sikap berhubungan signifikan dengan praktik (p<0,05). Uji korelasi menunjukkan hubungan positif (lemah-moderat) antara pengetahuan (ρ=0,381), persepsi (ρ=0,535), dan sikap (ρ=0,331) dengan praktik. Analisis multivariat tidak menujukkan hubungan signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Praktik penggunaan AI masih tergolong rendah meskipun sebagian besar memiliki persepsi positif dan sikap baik sehingga peningkatan implementasi AI perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dan dukungan dalam penerapannya.