Efektivitas Hukum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Berbasis Environmental Social Governance 4 Plus Siam Cement Group Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini berangkat dari paradoks pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada industri semen yang secara inheren berisiko tinggi terhadap degradasi ekologis. Studi ini berfokus pada PT SCG Indonesia, dengan temuan awal berupa indikasi pencemaran lingkungan, keterbatasan transparansi dokumen AMDAL, serta pelaksanaan TJSL yang cenderung bersifat karitatif jangka pendek dan minim partisipasi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kewajiban hukum sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007, UU No. 25 Tahun 2007, dan UU No. 32 Tahun 2009 dengan efektivitas implementasinya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi serta mengukur efektivitas kewajiban hukum TJSL PT SCG Indonesia berbasis kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) 4 Plus. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal, perundang-undangan, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT SCG Indonesia telah mengintegrasikan kepatuhan hukum ke dalam strategi korporasi melalui kerangka ESG 4 Plus. Secara empiris, perusahaan tidak hanya memenuhi standar kepatuhan minimal, tetapi juga melampauinya melalui inovasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan transformasi pendekatan TJSL dari filantropi menuju pemberdayaan masyarakat berbasis kemandirian melalui program Gerakan Desa Berdikari (GESARI). Dalam perspektif kepatuhan hukum H.C. Kelman, praktik tersebut mencerminkan pergeseran dari tahap compliance menuju internalization. Efektivitas sosiologis juga diperkuat oleh keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan program, sebagaimana diukur melalui parameter partisipasi Cohen dan Uphoff. Meskipun demikian, untuk menjamin keberlanjutan dan akuntabilitas jangka panjang, perusahaan masih perlu memperkuat desain strategis serta mengembangkan instrumen pengukuran dampak yang lebih komprehensif dan terukur.