Pra Rancangan Pabrik Propilen Glikol Dari Propilen Oksida Dan Air Dengan Kapasitas 40.000 Ton/Tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Propilen Glikol merupakan adalah salah satu bahan kimia yang dibutuhkan di Indonesia dan sampai saat ini masih didatangkan dari luar negeri sehingga pendirian pabrik propilen glikol sangat diperlukan mengingat besarnya peluang pasar di Indonesia. Pabrik ini direncanakan didirikan di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses produksi Propilen Glikol dilakukan dengan metode reaksi hidrasi propilen oksida dengan menggunakan katalis asam sulfat pada fase cair dengan kapasitas 40.000 ton/tahun dan beroperasi selama 24 jam/hari. Reaksi terjadi pada suhu 30 o C dan tekanan 1 atm dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) yang dilengkapi dengan jaket pendingin. Perbandingan rasio mol umpan antara Propilen Oksida dan Air yang digunakan sebesar 1:18 dan katalis asam sulfat sebesar 0,1% dari jumlah umpan air. Proses pemurnian katalis asam sulfat terjadi di Netralizer dengan menambahkan NaOH. Hasil proses tersebut menghasilkan padatan berupa Na2SO4. Produk hasil reaksi dipisahkan menggunakan menara distilasi untuk mendapatkan kemurnian sebesar 99,5%. Kebutuhan bahan baku untuk memproduksi propilen glikol ini terdiri dari propilen oksida sebanyak 42.697 ton/tahun, air sebanyak 246.913,85 ton/tahun dan asam sulfat sebanyak 1.344,31 ton/tahun. Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan terhadap pabrik ini menunjukkan Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 27 % dan setelah pajak sebesar 20 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 3 tahun dan setelah pajak selama 4 tahun. Persentase nilai Break Even Point (BEP) pabrik sebesar 42,99 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 19,57 %, serta Discounted Cash Flow Rate (DCF) terhitung sebesar 25,37 %. Dari hasil perhitungan evaluasi ekonomi terhadap analisis kelayakan pabrik dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik propilen glikol dengan kapasitas 40.000 ton/tahun menguntungkan dan layak untuk didirikan.