<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Minimasi Waste Proses Feeding Alternative Fuel Menggunakan Pendekatan Sustainable Value Stream Mapping Untuk Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan

dc.Identifier.NIM22522330
dc.contributor.authorPutri, Mauranisa Darwi Amarta
dc.date.accessioned2026-08-03T04:32:43Z
dc.date.available2026-08-03T04:32:43Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractIndustri semen merupakan sektor dengan konsumsi energi tinggi yang bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Kondisi ini menyebabkan tingginya biaya operasional sekaligus berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Pemanfaatan alternative fuel (AF) menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, proses feeding alternative fuel di PT Semen Gresik masih ditemukan berbagai pemborosan (waste) yang menghambat pencapaian kinerja operasional dan target keberlanjutan, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan meminimasi pemborosan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab waste pada proses feeding alternative fuel, menganalisis dampaknya terhadap kinerja keberlanjutan dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta merumuskan usulan perbaikan guna meningkatkan efisiensi dan kinerja keberlanjutan proses. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sustainable Value Stream Mapping (SVSM). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Analisis waste menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) dan Process Activity Mapping, sedangkan identifikasi akar masalah dilakukan menggunakan fishbone diagram. Evaluasi kinerja keberlanjutan mengacu pada tiga dimensi triple bottom line, yaitu ekonomi (Process Cycle Efficiency/PCE), lingkungan (TSR, konsumsi energi, emisi CO), dan sosial (Physical Load Index, tingkat kesehatan pekerja, kondisi lingkungan kerja, dan risiko kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah waiting (Skor 10), diikuti motion dan inventory (Skor 8). Nilai PCE current state sebesar 73,95% dengan total 20 aktivitas dan lead time 1899,6 detik, serta kapasitas feeding sebesar 30,7 ton/hari. Pada kondisi future state, jumlah aktivitas berkurang menjadi 15 aktivitas, lead time turun menjadi 1.638 detik, PCE meningkat menjadi 88,86%, dan kapasitas feeding naik menjadi 35,64 ton/hari. Peningkatan ini berpotensi mendukung pencapaian target Thermal Substitution Rate (TSR)en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/65460
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSustainable Value Stream Mappingen_US
dc.subjectWasteen_US
dc.subjectAlternative Fuelen_US
dc.subjectEfficiencyen_US
dc.subjectSustainabilityen_US
dc.titleMinimasi Waste Proses Feeding Alternative Fuel Menggunakan Pendekatan Sustainable Value Stream Mapping Untuk Meningkatkan Kinerja Keberlanjutanen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22522330.pdf
Size:
4.96 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: