<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengembangan Lingkungan Pemukiman Desa Tradisional Mantuil sebagai Desa Wisata Ungkapan Citra Arsitektur Tradisional pada Penampilan Bangunan sebagai Penentu Daya Tarik Lingkungan

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Desa Mantuil merupakan desa tradisional yang masih tersisa di Banjarmasin, selain Kuin dan Melayu. Skala prioritas wisata Banjarmasin menunjukkan segi potensi wisata desa tersebut memiliki beberapa potensi. Seperti pemandangan khas sungai, rumah adat Banjar, pasar terapung, kesenian rakyat, pembuatan perahu tradisional. Kerajinan rotan dan lokasi dekat dengan hutan lindung Pulau Kaget. Melihat kondisi desa Mantuil sekarang ini pengembangan sudah tidak mungkin dilakukan lagi karena beberapa faktor seperti meningkatnya jumlah penduduk, sehingga menyebabkan kebutuhan rumah sangat tinggi, sedangkan lahan desa sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pemukiman. Akibatnya banyak penduduk yang mendirikan rumah sampai memasuki badan sungai, sehingga sangat mengganggu sirkulasi transportasi sungai Martapura. Alternatif yang mungkin dapat dikembangkan adalah mengembangkan pemukiman pada lokasi yang baru yang masih berada pada satu lokasi dengan desa Mantuil. Masalah pengembangan ini tentu menyangkut pemindahan pemukiman dan penghuninya maka pengembangan harus ditangani secara hati-hati karena apabila gagal maka penduduk yang dipindah tidak akan betah tinggal pada lokasi yang baru, sehingga pengembangan harus menekankan pendekatan pada perilaku penghuninya agar tujuan pengembangan dapat tercapai. Untuk itu dalam pengembangannya perencanaan yang ditekankan adalah pengembangan pemukiman yang layak huni serta dengan adanya potensi wisata maka pengembangan desa juga diarahkan pada konsep berupa kegiatan desa wisata.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By