Studi Komparasi Rencana Anggaran Biaya dengan Metoda BOW dan Metoda Praktis (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Universitas Negeri Yogyakarta)
| dc.Identifier.NIM | 01511060 | |
| dc.Identifier.NIM | 01511217 | |
| dc.contributor.advisor | Tadjuddin BMA | |
| dc.contributor.author | Wahyu Dwi Cahyadi, 01511060 | |
| dc.contributor.author | Berta Dwi Murdoko, 01511217 | |
| dc.date.accessioned | 2020-08-14T03:59:05Z | |
| dc.date.available | 2020-08-14T03:59:05Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.description.abstract | Pada saat ini, kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak sepenuhnya berpedoman pada analisa BOW. Salah satu metoda perhitungan anggaran biaya adalah dengan analisa Non BOW (cara praktis ), yaitu mereduksi atau mengkonversi analisa BOW. Prinsip dasar pada metoda Praktis adalah analisis koefisien bahan berdasarkan gambar rencana, sedangkan harga upah yang diperhitungkan merupakan upah borongan. Selain cara tersebut kontraktor juga biasa merencanakan anggaran biaya berdasarkan pengalaman, walaupun tidak terlepas dari perhitungan analisa BOW. Metoda penelitian dalam penyusunan tugas akhir ini mencakup studi literature, wawancara dan observasi. Literatur yang digunakan adalah sumber-sumber yang digunakan sebagai pedoman atau acuan pembanding terhadap data-data proyek. Observasi yang dilakukan adalah pada semua item pekerjaan dari pekerjaan persiapan, pekerjaan galian tanah dan pondasi, atau semua pekerjaan struktur sampai dengan pekerjaan finishing, yang dilaksanakan pada proyek pembangunan gedung Universitas Negeri Yogyakarta. Wawancara adalah bagian dari pengumpulan data, sebagai pelengkap dan hasil pengamatan pada proyek yang ditinjau. Dari hasil perhitungan dengan analisa Praktis diperoleh Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang lebih efisien yaitu sekitar 35,0029 % atau terdapat selisih sebesar Rp 2.759.460.934,00 dari analisa BOW, sehingga keuntungan yang diperoleh pelaksana proyek dapat maksimal. Berdasarkan anlisis BOW dan analisis Non BOW ( cara Praktis ), dapat disimpulkan bahwa analisis BOW menghasilan harga satuan pekerjaan yang cenderung lebih mahal dan harga borongan atau analisa praktis. Analisa praktis mempunyai nilai harga satuan pekerjaan yang paling rendah, sehingga layak dijadikan pedoman dalam perhitungan harga satuan pekerjaan. | en_US |
| dc.identifier.uri | http://repository.uii.ac.id/handle/123456789/23313 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Studi Komparasi | en_US |
| dc.subject | Rencana Anggaran Biaya | en_US |
| dc.subject | Metoda BOW | en_US |
| dc.subject | Metoda Praktis | en_US |
| dc.subject | Pembangunan Gedung | en_US |
| dc.subject | Universitas Negeri Yogyakarta | en_US |
| dc.title | Studi Komparasi Rencana Anggaran Biaya dengan Metoda BOW dan Metoda Praktis (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Universitas Negeri Yogyakarta) | en_US |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- 01511060 Wahyu Dwi Cahyadi - 01511217 Berta Dwi Murdoko.pdf
- Size:
- 21.64 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: