Analisis Deskriptif Unsur Pengendalian Biaya Dan Waktu Proyek Dengan Quartil Dalam Likert Summating Rating Pada Kontraktor Perumahan Kategori Sedang (Grade 3 Dan 4) Di Provinsi Kalimantan Timur
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Keterlambatan sebuah proyek akan berpengaruh atau berdampak terhadap biaya, jadwal dan kinerja. Unsur pengendalian biaya dan waktu merupakan dua aspek yang menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah proyek. Kontraktor di Samarinda dan Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh kontraktor grade 2 hingga 5. Dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada kontraktor grade 3 dan 4 yang mempertimbangkan unsur pengendalian biaya dan waktu proyek yang dilakukan kontraktor berdasarkan nilai dan kinerja proyek. Digunakannya kuisioner sebagai pengumpulan data. Analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini sebagai metode pendekatannya. Metode Quartil dalam Likert Summating Rating (LSR) digunakan sebagai bentuk penelitian secara kuantitatif untuk mengetahui suatu pengaruh unsur pengendalian biaya dan waktu terhadap kinerja proyek bagi kontraktor grade sedang di Samarinda dan Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh unsur pengendalian biaya dan waktu terhadap kinerja proyek sangat berpengaruh khususnya dalam pengendalian biaya dan waktu. Penerapan unsur pengendalian biaya dan waktu pada kontraktor grade 3 di Kalimantan Timur memiliki rata rata nilai kesesuaian aspek sebesar 87,222% dan untuk kontraktor grade 4 memiliki rata-rata nilai
kesesuaian
sebesar 82,570% (80%>x>100%). Dapat disimpulkan bahwa kesesuaian penerapan unsur pengendalian biaya dan waktu kontraktor grade 3 dan 4 di kota Samarinda dan Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur sangat baik, namun dampak penerapan pada kontraktor grade 3 ada 5 dari 9 (55,556%) kontraktornya mengalami keterlambatan dari rencana awal pengerjaan namun semua kontraktor tetap memperoleh keuntungan, sedangkan pada kontraktor grade 4 ada 5 dari 9 (55,556%) kontraktornya mengalami keterlambatan dari rencana awal pengerjaan namun tetap memperoleh keuntungan.