<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Tayangan Sinetron Terhadap Perilaku Anak (Studi Kasus di Desa Wangon Kabupaten Gunungkidul)

dc.Identifier.NIM12913106
dc.contributor.authorSetiawan, Aang
dc.date.accessioned2026-01-31T08:30:08Z
dc.date.available2026-01-31T08:30:08Z
dc.date.issued2014
dc.description.abstractPada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya dan sudah menjadi agenda wajib bagi sebagian besar anak. Dengan berbagai acara yang ditayangkan mulai dari infotainment, entertainment, iklan, sampai pada sinetron-sinetron dan film-film yang berbau kekerasan, televisi telah mampu membius para pemirsanya terutama anak-anak untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa. Tidak jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama di depan televisi daripada belajar, atau bahkan banyak anak yang hampir lupa akan waktu makannya karena televisi. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan kuantitatif dengan populasi sebanyak 335 anak di Desa Wangon Kabupaten Gunungkidul, sampel yang diambil sebanyak 20 % X 335 anak = 67 anakl. Metode yang dipakai adalah kuesioner, wawancara dan dokumentasi serta pengamatan. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik sederhana. Hasil penilitian dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Tayangan sinetron TV yang ditonton anak-anak di Desa Wangon Kabupaten Gunungkidul adalah: MCTV adalah menantu durhaka, azab anak angkat dan suamiku mantan pacarku, RCTI adalah: tukang bubur naik baji, 7 manusia harimau, dan Jakarta love story, SCTV adalah Samson, Ganteng-ganteng srigala dan mak ijah naik haji, INDOSIAR adalah Suamiku bukan suamiku, Suamiku selingkuh dengan temanku dan suami temanku selingkuhanku, ANTV adalah Mahadewa, Mahabarata dan Krisna, TRANS TV adalah haji nyata dan hajai alam gaib serta sapu tangang pembawa perpisahan. 2) Dampak negatif dari sinetron televisi terhadap prilaku anak-anak di Desa Wangon Kabupaten Gunungkidul adalah Sinetron mengalihkan anak-anak dari membaca (belajar dan Mengaji Al-Qur'an), melebarkan jurang pemisah antara kehidupan dunia dan akherat, timbul benih kekerasan dan perkelahian antara anak-anak, timbul gejala pornoaksi dan pornografi, melemahkan daya fikir dan kognitif anak dan timbulnya sikag hedonisme dan pola hidup konsumtif. 3) Upaya yang dilakukan orangtua dalam memimalisasi terjadinya pengaruh sinetron TV terhadap dampak perkembangan budi pekerti anak adalah anak-anak diarahkan untuk sholat jamaah di masjid pada saat sinetron TV siaran, waktu nonton TV dikurangi disisipi belajar mengaji, anak-anak saat nonton TV didampingi orangtua, pilih sinetron TV yang mendidik untuk kalangan anak-anak, anak-anak diberikan kesibukan untuk bermain atau belajar kelompok.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/60073
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSinetronen_US
dc.subjectDampak Negatif Perilaku Anaken_US
dc.subjectDesa Wangonen_US
dc.titlePengaruh Tayangan Sinetron Terhadap Perilaku Anak (Studi Kasus di Desa Wangon Kabupaten Gunungkidul)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
12913106.pdf
Size:
4.09 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: