Kerja Sama Indonesia-norwegia Melalui Letter of Intent (LOI) Dalam Mengatasi Deforestasi di Kalimantan Tengah 2016-2020
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Letter of Intent (LoI) antara Indonesia dan Norwegia dalam upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan melalui tiga instrumen utama, yaitu sistem MRV/NFMS, moratorium izin baru, dan safeguards REDD+. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dengan menggunakan teori Politics and Policy Implementation in the Third World oleh Grindle (1980), penelitian ini menelaah keselarasan antara tujuan awal LoI dan capaian implementasinya pada periode 2016–2020, khususnya di Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontohan dengan tiga kabupaten yaitu Pulang Pisau, Kapuas, dan Kotawaringin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LoI berkontribusi pada penguatan tata kelola kehutanan melalui peningkatan transparansi data, perbaikan mekanisme pemantauan, serta penguatan koordinasi antar lembaga. Namun, penurunan deforestasi yang terjadi tidak dapat sepenuhnya diatribusikan pada LoI, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan nasional, dinamika ekonomi, dan penegakan hukum.