Pengembangan Dan Uji Spesifisitas Aptamer Aunps Sensor Untuk Deteksi Aflatoksin B1 Pada Sampel Makanan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Aflatoksin B1 merupakan mikotoksin yang diklasifikasikan sebagai grup 1 karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer. Salah satu metode deteksi aflatoksin B1 yang cepat, murah, sederhana, sensitif dan spesifik yaitu memanfaatkan biosensor dengan Gold Nanoparticles (AuNPs) dan aptamer aflatoksin B1 Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode deteksi aflatoksin B1 menggunakan AuNPs dan aptamer sensor dengan spesifisitas yang tinggi. Metode: Pengembangan AuNPs-aptamer sensor diawali dengan proses sintesis AuNPs (turkevich), optimasi konsentrasi NaCl (50, 100, 130, 160, 320 mM) dan aptamer (100, 250, 400 nM), fungsionalisasi AuNPs dengan aptamer, karakterisasi AuNPs dan AuNPs-aptamer, uji cross reactivity dengan fumonisins dan interferensi pada larutan tepung beras, jamu, serta WFI. Hasil: Pemeriksaan secara visual, AuNPs memiliki warna merah anggur sedangkan modifikasi AuNPs-aptamer memiliki warna merah keunguan. Konsentrasi optimum NaCl dan aptamer yaitu 130 mM dan 250 nM. Panjang gelombang maksimum AuNPs dan AuNPs-aptamer yaitu 520 dan 524 nm dengan ukuran partikel 34,53±0,19 nm dan 67,6±0,094 nm serta zeta potensial -31,85 ±2,239 mV dan -12,08±1,249 mV. Uji cross reactivity antara aflatoksin B1 dan fumonisins B1 diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,072 (0,5 ppb); 0,046 (5 ppb); dan 0,043 (20 ppb). Uji interferensi diperoleh hasil signifikansi yaitu 0,043 (tepung beras); 0,043 (jamu); dan 0,003 (WFI). Hasil uji spesifisitas dengan nilai signifikansi <0,05 menunjukkan terdapat perbedaan hasil antara subjek uji. Kesimpulan: AuNPs-aptamer secara spesifik mendeteksi aflatoksin B1 dan tidak menunjukkan cross reactivity pada fumonisins B1 serta interferensi pada beberapa matriks.