Redesain Pusat Konservasi Penyu di Kebumen dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi habitat bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia. Namun, populasi penyu terus mengalami penurunan hingga 60% selama periode 1989- 2015 akibat berbagai faktor seperti perubahan iklim, perburuan ilegal, kerusakan habitat, dan pencemaran air laut. Penurunan ini berdampak negatif terhadap lingkungan masyarakat pesisir, serta mempengaruhi aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Kabupaten Kebumen menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah, yang mendukung upaya konservasi penyu. Terdapat 2 lokasi konservasi penyu di Kebumen. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dari aspek fasilitas dan standarisasi kebutuhan penyu. Konservasi penyu di Kebumen belum berjalan dengan baik mulai dari fasititas yang kurang memadai, dan kondisi kolam yang belum sesuai pola hidup penyu. Redesain dari konservasi yang ada di Pantai Kembar bertujuan untuk mengembangkan konservasi Kabupaten Kebumen guna melindungi dan memulihkan populasi penyu serta melindungi habitat alami melalui penerapan arsitektur ekologi. Pendekatan ini berfokus pada penyediaan fasilitas yang layak dan sesuai dengan pola kehidupan penyu serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Diharapkan, pengembangan ini tidak hanya meningkatkan efektivitas konservasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian penyu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara ekologi, sosial, dan ekonomi.