<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengembangan Life Skills Santri di Yayasan Pamulangan Yogyakarta (Studi Multisitus di Pondok Pesantren Beji Godean Sleman dan Pondok Pesantren Cibuk Lor Seyegan Sleman)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pondok pesantren yang memiliki program life skills dalam kegiatan sehari-harinya yang berisi kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan santri sehingga santri memiliki ilmu keterampilan di samping ilmu keagamaan sebagai ilmu yang inti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) life skills yang dikembangkan di pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor; (2) Upaya pembinaan dalam pengembangan life skills santri pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor; (3) Faktor yang mendukung dan menghambat pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor dalam pengembangan life skills Santri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pengasuh pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor, pengurus pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor, serta santri pondok pesantren Beji dan Cibuk Lor. Teknis analisis pada penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi atau penggolongan data, melakukan display data atau penyajian data, serta mengambil kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) life skills yang dikembangkan di pondok pesantren Beji yaitu pembuatan blangkon dan penjualan rempah-rempah, sedangkan di pondok pesantren Cibuk Lor yaitu pembuatan blangkon dan penjualan alat kebersihan. Jenis pengembangan life skills yang digunakan yaitu pengembangan kecakapan hidup yang bersifat umum (general life skills/GLS); (2) Upaya pembinaan santri dilakukan melalui pendekatan pengembangan, yaitu pendekatan mikro, pendekatan mezzo, dan pendekatan makro; (3) Faktor pendukung dalam pengembangan life skills santri adalah minat santri, dukungan dari masyarakat sekitar, fasilitas yang memadai, pengadaan kerjasama pihak eksternal dan pondok pesantren gratis. Faktor penghambatnya antara lain terbatasnya santri, kurangnya tenaga ahli serta latar belakang santri yang berbeda-beda.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By