<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Formulasi dan Evaluasi Matriks Transdermal Atenolol Menggunakan Dimetil Sulfoksida (DMSO) sebagai Enhancer Substance

dc.Identifier.NIM10613197
dc.contributor.authorMahanani, Hidayah
dc.date.accessioned2026-07-28T04:37:59Z
dc.date.available2026-07-28T04:37:59Z
dc.date.issued2014
dc.description.abstractAtenolol merupakan obat golongan antagonis kompetitif selektif reseptor β-1 yang digunakan untuk penyakit hipertensi, angina perktoris dan infark miokardial.Atenolol memiliki tingkat first-pass metabolism di hati yang intensif maka bioavailabilitasnya sekitar 50%, hal ini mendorong dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektifitas obat dengan cara membuat sediaan dalam bentuk matriks patch transdermal. Patch transdermal merupakan sediaan yang menghantarkan obat melalui kulit menembus lapisan- lapisan kulit dan mencapai sistemik. Pembuatan matriks transdermal menggunakan dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai enhancer substance, yang potensial dalam meningkatkan efek obat dan membantu penetrasi/transport obat lewat membran. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan matriks transdermal dengan sifat fisik yang baik dan mengetahui kadar DMSO yang dapat menghasilkan sediaan yang optimal. Formulasi matriks transdermal dilakukan dengan metode solvent casting, dengan variasi kadar DMSO 2%, 4%, 6%. Uji evaluasi yang dilakukan meliputi uji sifat fisik matrikstransdermal yaitu, uji pH, uji keseragaman bobot, uji keseragaman zat aktif, uji ketebalan, folding endurance, uji organoleptis, uji permeasi secara in vitro dan uji transport secara in vitro. Analisis data yang dilakukan melalui pendekatan secara analisis statistik dengan one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey pada Post-hoc tests dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DMSO tidak mempengaruhi sifat fisik dari matriks dan mempengaruhi permeasi obat secara signifikan yaitu berkisar 9.914-21.796% dan permeasi yang paling tinggi dihasilkan oleh formula 3 yaitu 21.796%. signifikansi yang dihasilkan dari uji statistik sebesar 0.000 ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaanpermeasi obat matriks transdermal atenolol dari formula 1, 2, 3 dan 4 dengan penambahan DMSO sebagai enhancer.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/65018
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectmatriks transdermalen_US
dc.subjectatenololen_US
dc.subjectenhanceren_US
dc.subjectdimetil sulfoksidaen_US
dc.subjectHPMCen_US
dc.subjectetil selulosaen_US
dc.titleFormulasi dan Evaluasi Matriks Transdermal Atenolol Menggunakan Dimetil Sulfoksida (DMSO) sebagai Enhancer Substanceen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
10613197.pdf
Size:
4.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections