Identfikasi Kandungan Mikroplastik Pada Pm10 Studi Kasus Basement dan Laboratorium Universitas Islam Indonesia
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia memproduksi 3,2 juta ton sampah plastik yang tidak diolah setiap tahunnya. Penggunaan plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Polimer plastik digunakan secara luas sebagai bahan tambahan di berbagai sektor, termasuk dalam industri kendaraan. Hal ini menimbulkan adanya mikroplastik di udara dan adanya polutan di udara yaitu PM10 dari kendaraan, khususnya di udara indoor. Lokasi penelitian dilakukan di basement Fakultas Hukum dan Laboratorium Air Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia dengan sampel yang diambil adalah PM10. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi mikroplastik berdasarkan kelimpahan dan karakteristiknya seperti warna, jenis dan ukuran, serta mengukur konsentrasi PM10. Metode pengambilan sampel PM10 sesuai dengan SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran kadar debu total di udara tempat kerja. Metode pengujian sampel mikroplastik dilakukan berdasarkan metode pada penelitian sebelumnya, kemudian dianalisis dengan mikroskop dan FTIR untuk mengetahui polimernya. Hasil jumlah partikel mikroplastik yang paling tinggi yaitu 1420 partikel di pintu keluar basement FH dan paling rendah yaitu 882 di Laboratorium Air TL. Selain itu ditemukan 4 jenis mikroplastik diurutkan dari yang paling tinggi hingga paling rendah yaitu fragmen
film > pellet > fiber dengan 10 macam warna mikroplastik yaitu warna hitam, coklat, merah, kuning, transparan, oranye, biru, hijau, pink dan ungu. Serta hasil pembacaan FTIR melalui peak yang didapatkan dari sampel mikroplastik yaitu jenis Polypropylene (PP), Polyestyrene (PS), Low Density Polyethylene (LDPE), Nylon, Polycarbonate (PC), Polyvinyl Chloride (PVC) dan Polytetrafluorethylene (PTFE).