Pembangunan Model Optimasi Berkelanjutan Type-1 dan Type-2 pada Sistem Rantai Pasok Produk Batik dengan mempertimbangkan Emisi Karbon
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Sistem rantai pasok yang tidak optimal dikarenakan adanya ukuran lot size antara pembeli dan
pemasok yang ditentukaan secara individual, sehingga total biaya gabungan antara keduaya
besar. Yang di mana pemasok harus mempertimbangkan emisi karbon di lantai produksi dan
distribusi secara keseluruhan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun model
optimasi rantai pasok berkelanjutan dengan mempertimbangkan emisi karbon dengan
mengintegrasikan Type-1 dan Type-2 untuk meminimasi biaya total gabungan secara
keseluruhan. Type-1 fokus pada proses produksi yang dilakukan oleh pemasok, sementara
Type-2 berfokus pada proses distribusi produk kepada pembeli. Objek penelitian ini adalah
UMKM Batik X yang berlokasi di Yogyakarta, yang berperan sebagai produsen sekaligus
pemasok produk batik kepada beberapa buyer. Dalam konteks Type-1, penelitian
memperhitungkan pemesanan, persediaan, lost sales, dan emisi karbon yang dihasilkan akibat
proses pemanasan mesin produksi. Sedangkan pada Type-2, fokus diarahkan pada distribusi
produk dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan berat angkutan sebagai faktor utama yang
mempengaruhi emisi karbon dalam pengiriman barang. Model Joint Economic Lot size (JELS)
digunakan sebagai pendekatan dasar dalam meminimasi Joint Total Cost. Selain itu,
perhitungan dilakukan secara terintegrasi dan independent menggunakan algoritma
evolutionary untuk menyelesaikan masalah optimasi total biaya gabungan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model dengan koordinasi atau integrasi antara pemasok dan pembeli
mampu memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan model tanpa koordinasi atau
independent. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan
sistem rantai pasok yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya bagi industri kreatif seperti
UMKM batik.