Studi Komparasi Nilai Hasil Uji Marshall Antara Aspal Campuran Panas, Aspal Buton Campuran Panas dan Aspal Buton Campuran Dingin
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman material perkerasan jalan, tetapi sebagian besar dan meterial perkerasan jalan tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Aspal Buton merupakan salah satu material perkerasan jalan yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatan masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya mungkin kurangnya informasi tentang cara pemanfaatan aspal Buton. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil uji Marshall antara aspal minyak campuran panas, aspal minyak beserta aspal Buton campuran panas, dengan aspal Buton campuran dingin untuk mendapatkan nilai KAO (kadar aspal optimum) masing-masing campuran. Jumlah sampel yang kami buat adalah sebanyak 45 sampel dengan tiap jenis campuran sebanyak 15 sampel. Penelitian ini dilakukan di laboratonum jalan raya FTSP Ull. Hasil dari penelitian ini didapatkan KAO aspal minyak 6.3025%, KAO aspal minyak beserta aspal Buton campuran panas adalah 6.3025% dengan komposisi 64,858% aspal minyak dan 35.142% aspal Buton, dan nilai KAO aspal Buton campuran dingin 7,4405%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aspal Buton memiliki stabilitas, flow, dan nilai VITM yang memenuhi syarat Binamarga untuk digunakan sebagai bahan pengikat pada lapis perkerasan jalan raya. sehingga aspal Buton yang terdapat di Indonesia dapat dijadikan alternatif untuk lapis perkerasan jalan raya.