<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Sebaran Mikroplastik di Perairan Laut Kabupaten Demak, Jawa Tengah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Permasalahan sampah plastik tidak hanya di lingkungan daratan, tetapi sampah plastik sudah menyebar ke wilayah pesisir dan laut. Keberadaaan sampah plastik yang berada pada lingkungan laut terurai menjadi partikel kecil dengan proses fisik, kimia, dan proses alam yang berpotensi menjadi mikroplastik. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang memiliki ukuran kurang dari 5 milimeter (mm). Sampah yang berada di perairan laut disebabkan dari berbagai sumber dianataranya sampah yang dibuang sembarangan, pembuangan sampah dari sungai, sampah yang berserakan di garis pantai, peralatan penangkapan ikan yang dibuang sembarangan, dan saluran pembuangan limbah yang dapat terbawa ke laut. Sampah yang berada di lautan dalam skala besar berpotensi sebagai vector beracun yang membahayakan bagi mikroorganisme Pengujian sampel dilakukan dengan menggunakan metode National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA), uji mikroskop,serta FTIR. Jumlah kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat pada LD 5 (0,87 partikel/L) dan kelimpahan terendah pada LD 8 (0,13 partikel/L). Kelimpahan Bentuk yang dominan ialah fragmen (0,448 partikel/L), kemudian film, fiber, pellet, dan foam. Kelimpahan Warna yang mendominasi ialah warna hitam (1,01 partikel/L). Persebaran tertinggi berdasarkan bentuk dan warna pada titik LD 4. Jenis polimer yang ditemukan pada ialah Polyphropylene (PP) Polyurethane (PU) Nylon (all polyamides) Polyvynil Chloride (PVC), Polystyrene (PS), Latex, Polythylene Terephthalate (PET), dan Polycarbonate (PC).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By