<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggunaan Batu Kapur Asal Sragen sebagai Agregat Kasar (Fl) terhadap Karakteristik Campuran Asphalt Treated Base (ATB)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Ketergantungan pada batu kali sebagai bahan konstuksi jalan dengan sumber material yang terbatas akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Untuk itu pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia secara optimal Merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah batu kapuryang terdapat di Desa Sendang Boto, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Jenis batu ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat daerah tersebut sebagai pondasi rumah maupun untuk perkerasan macadam. Dalam penelitian ini penggunaan batu kapur sebagai bahan pengganti agregat kasar bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap karakteristik Marshall. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu mencari kadar aspal optimum dengan variasi kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, sehingga dihasilkan KAO sebesar 6,079%. Tahap kedua yaitu mencari kadar kapur optimum dengan variasi kadar kapur terhadap agregat kasar 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dengan kadar aspal optimum, sehingga didapatkan kadar kapur optimum 17,48%. Tahap ketiga yaitu uji perendaman atau immersion test dengan menggunakan kadar kapur optimum dan kadar aspal optimum. Semua tahap diatas menggunakan alat uji Marshall terhadap tiap benda uji, hasil yang diperoleh dibandingkan dengan spesifikasi Bina marga 1987. Untuk mengetahui degradasi agregat dilakukan test ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas,flow dan MQ lebih dipengaruhi oleh bentuk yang seperti kubus dan permukaan yang relatif halus dari agregat batu kapur dibandingkan dengan batu pecah sehingga menyebabkan internalfriction menurun. Nilai VITM, VFWA, dan VMA lebih dipengaruhi oleh degradasi batu kapur yang tinggi dibandingkan batu pecah sehingga banyak terdapat rongga pada campuran tersebut. Nilai density dalam campuran ini dipengaruhi oleh rongga-rongga yang ada dibandingkan dengan berat jenis agregat batu kapur dan batu pecah. Penggunaan batu kapur sebagai pengganti agregat kasar menghasilkan campuran yang dapat digunakan pada jalan dengan lalu lintas berat.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By