<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Pemahaman Tukang Bangunan terhadap Bangunan Sederhana Tahan Gempa dan Pelaksanaan Bangunan Sederhana (Studi Kasus di Empat Kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Ditinjau dari segi tektonik sebagian besar wilayah Indonesia berdekatan dengan plate boundaries (batas lempeng tektonik), yang merupakan zona potensial terjadinya gempa bumi. Peristiwa alam ini, gempa bumi sering menimbulkan bencana yang mengakibatkan kerugian harta benda maupun manusia. Kerugian akibat gempa bumi dapat dilihat sebagai kerugian langsung karena getaran gempa bumi (efek primer) dan kerugian secara tidak langsung. Kerugian langsung umumnya timbul karena rusaknya bangunan. Kerusakan bangunan sebagian besar yang terjadi, lebih dari 90%, merupakan jenis bangunan sederhana. Salah satu penyebab kerusakan pada bangunan adalah mutu perencanaan dan pelaksanaan yang rendah. Masyarakat pedesaan khususnya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu propinsi di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa. Pada umumnya dalam membangun rumah tinggal yang rangkanya terbuat dari beton bertulang direncanakan/dilaksanakan oleh pemilik bangunan sendiri dan para tukang setempat. Dengan terbatasnya pemahaman yang dimiliki oleh perencana maupun pelaksana tersebut ternyata masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang teriadi pada pelaksanaan bangunan bila disesuaikan dengan batasan/aturan yang ada pada bangunan sederhana tahan gempa. Melihat kondisi tersebut di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya diwilayah pedesaan masih perlu adanya sosialisasi, pelatihan dan penyuluhan baik mengenai bahaya gempa maupun tentang cara-cara pembuatan bangunan sederhana tahan gempa.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By