<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pra Rancangan Pabrik Bioetanol dari Bonggol Pisang Kapasitas 9.700 Ton/tahun Pra Rancangan Pabrik

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pohon pisang menghasilkan 48,86 % pati yang mana bisa dijadikan bahan bakar organik atau sebagai bahan bakar minyak (BBM). Kandungan pati pada pohon pisang terutama pada bonggolnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan etanol. Dengan pemanfaatan bonggol pisang ini dapat menekan jumlah angka impor yang tinggi, dan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan dapat menekan angka impor tersebut maka di rancang pabrik bioetanol berbahan dasar bonggol pisang dengan kapsitas 9.700 ton/ tahun dengan bahan dasar bonggol pisang sebanyak 4.530 kg/jam. Pabrik ini direncanakan didirikan di daerah kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Pabrik beroperasi selama 365 hari dalam 1 tahun. Proses yang digunakan pada pembuatan bioetanol adalah proses hidrolisis dan fermentasi untuk proses hidrolisis menggunakan catalyst enzim amilase dan glukoamilase sedangkan dalam memfermentasikan bonggol pisang dengan bantuan Saccharomyces cereviceae dan menghasilkan produk dengan kemurnian 63%. Diproses pemurnian ini menggunakan dua buah menara distilasi, menara destilasi pertama menghasilkan kemurnian 84 % dan di Menara destilasi kedua menghasilkan kemurnian sebesar 96 %. Untuk memurnikan kadar etanol hingga 99 % dalam perancangan ini menggunakan alat pemurni akhir yaitu alat molekular sieve. Untuk menunjang proses produksi, diperlukan air untuk proses utilitas sebanyak 22.447,60 kg/jam dan 120 kW listrik yang disediakan oleh PLN, serta generator sebagai cadangan. Sebuah parameter kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisis ekonomi dengan modal total investasi yang terdiri dari Penanaman Modal Tetap sebesar Rp. 71.372.413.353 dan Modal Kerja Rp. 2.593.012.736.839. Total Biaya produksi Rp. 2.878.669.517.792 dan Penjualan Tahunan Rp. 3.103.653.571.429 sehingga didapat keuntungan sebelum pajak Rp. 224.984.053.636 dan keuntungan setelah pajak Rp. 107.992.345.745. Analisa kelayakan dilihat dari nilai Return On Investment (ROI) setelah pajak 35 %, Pay Out Time (POT) sesudah pajak 4 tahun, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) 15,03 %, Break Event Point (BEP) 51,73 %, dan Shut Down Point (SDP) 36,42 %. Dari parameter-parameter kelayakan di atas, dapat disimpulkan bahwa pabrik bioetanol ini layak untuk didirikan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By