Hubungan Regulasi Diri dan Fear Of Missing Out (FOMO) Pada Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) merupakan rasa khawatir yang umumnya dirasakan ketika orang lain mengalami momen berharga yang mungkin tidak dialami oranglain, di mana FoMO ditandai dengan adanya dorongan untuk tetap terhubung dengan aktivitas orang lain. FoMO menjadi topik yang sering diperbincangkan beberapa tahun belakangan. FoMO dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi diri dan FoMO pada mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fear of Missing out Scale (FoMOs) yang dikembangkan oleh Przybylski et al. (2013) untuk mengukur FoMO dan Short Self-Regulation (SSR) yang diadaptasi dan divalidasi ulang oleh Tresnadiani dan Taufik (2020) untuk mengukur regulasi diri. Penelitian ini melibatkan 240 mahasiswa aktif Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dan FoMO dengan koefisien korelasi sebesar -0.416 dengan nilai p < 0.001. Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah FoMO. Sebaliknya, semakin rendah regulasi diri maka semakin tinggi FoMO.