Kehidupan Perempuan Pelaku Salon "Plus" di Wilayah Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bertujuan untuk mengkaji kehidupan pelacuran yaitu dari proses dari mereka berkenalan sampai bersentuhan dengan dunia pelacuran. Jenis penelitian bersifat deskriptif, dengan metode pendekatan kualitatif dimana penelitian ini terbatas pada pengungkapan suatu masalah atau peristiwa sebagaimana adanya dan sekadar untuk mengungkapkan fakta sehingga hasilnya adalah ditekankan pada penggambaran secara obyektif atau apa adanya tentang obyek yang diteliti. Subjek penelitian ini yang digunakan pada penelitian ini adalah perempuan pelaku salon plus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara nonprobalitias sampling menggunakan metode snow ball sampling. Snow ball sampling merupakan metode sampling dimana responden awal dipilih berdasarkan metode probabilitas kemudian responden awal diminta untuk memberikan informasi mengenai rekan- rekan lainnya sehingga diperoleh lagi responden tambahan. Terdapat beberapa dimensi yang faktor-faktor melatar belakangi pelacuran dalam praktek salon plus di wilayah Yogyakarta, yaitu alasan utama mengapa salon tersebut menyediakan layanan plus adalah ekonomi meskipun terdapat beberapa faktor pendorong lain misalkan rasa sakit hati terhadap perkawinan yang gagal, hubungan mereka dengan sesama pegawai umumnya diwarnai persaingan. Hal ini dilihat dari upaya untuk memamerkan pelanggan setia serta barang yang telah mereka miliki. Sementara hubungan mereka dengan lingkungan masyarakat sekitar umumnya sangat terbatas. Mereka beranggapan bahwa masyarakat menilai rendah pekerjaan mereka sehingga membatasi kepercayaan diri untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Cara mereka untuk menarik pelanggan sangat berbeda satu dengan yang lain. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan antara pekerja dengan pekerja salon plus lainnya dalam hal menarik pelanggan adalah usia. Dapat dikatakan bahwa semakin menarik potensi yang dimiliki oleh PSK dalam menarik pelanggan untuk menikmati jasanya maka semakin sedikit intensitas penggunaan komunikasi verbalnya. Sebagai seorang pekerja salon plus, baik pada responden satu dan dua menyatakan bahwa masing-masing dari mereka menyadari bahwa mereka tidak mungkin selamanya bisa bekerja.