<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Parameter Fisik Hasil Biodegradasi dan Laju Penguraian Sampah Masker Medis dengan Ulat Hongkong (Tenebrio Molitor L)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sampah masker medis menjadi salah satu permasalahan dalam pengolahan sampah medis di Indonesia, dikarenakan pengolahan sampah medis pada rumah sakit masih sangat dikit. Biodegradasi oleh makroorganisme mampu medegradasi sampah berbagai jenis plastik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil efisiensi laju penguraian sampah masker medis menjadi kompos dengan Ulat Hongkong, serta mengetahui pH, kadar air, tempratur, dan warna pada kompos disertai perbandingannya dengan regulasi terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Ulat Hongkong sebanyak 100 gr yang diberikan disetiap reaktor dengan sistem rangkap 3 (triplicate) dan perbandingan dengan SNI 19- 7030-2004. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hasil analisa laju penguraian pada indeks pengurangan sampah (WRI) mendapatkan hasil nilai tertinggi pada reaktor A yaitu 17%±0,16 di hari ke-5, sedangkan untuk nilai tertinggi konsumsi umpan pada reaktor B yang diberikan variasi umpan Pollard yaitu 100%±0. Kemudian nilai tertinggi efisiensi konversi umpan tercerna pada reaktor A hari ke-25 dengan nilai 120,64%±37,11, dan untuk suhu ruangan tertinggi pada hari ke-25 mencapai 30,3°C. Sedangkan analisa parameter fisik suhu kompos dan kadar air sudah sesuai dengan kriteria pada SNI 19-7030-2004. Pada kadar air yang memiliki rentang nilai 0,10%±0.037-0,64%±0.038 yang sudah sesuai dengan SNI dikarenakan dibawah 50%. Sedangkan untuk suhu kompos memiliki rentang suhu 26,8°C-29,1°C, hal tersebut sudah sesuai karena dibawah 30°C. Hasil analisa parameter fisik pH dan warna yang belum sesuaidengan kriteria pada SNI 19-7030-2004. Pada pH memiliki hasil nilai rerata 5,89±0,01-6,09±0,03 haltersebut belum memenuhi baku mutu pada SNI, dikarenakan memiliki minimum nilai 6,8.Sedangkan pada warna menghasilkan warna coklat muda dan belum sesuai SNI, dikarenakan warna yang baik adalah warna coklat kehitaman.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By