<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kelayakan Teknis dan Finansial Pembangunan Perumahan Layak Huni (Studi Kasus: Perumahan Aswana Residence, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pembangunan perumahan memerlukan perencanaan yang matang agar menghasilkan hunian yang layak, baik secara teknis, maupun finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis dan finansial pembangunan perumahan layak huni. Analisis kelayakan teknis dilakukan untuk mengetahui kemampuan proyek untuk dapat dilaksanakan secara fisik maupun operasional, yang dibagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor primer, sekunder dan tersier. Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui kemampuan proyek untuk dapat dibiayai dan mengetahui keuntungan yang diperoleh, yang dianalisis menggunakan empat metode, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback Period (PP), yang disusun berdasarkan proyeksi arus kas (cashflow) proyek perumahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara teknis pembangunan perumahan telah memenuhi persyaratan baik dari faktor primer, sekunder dan tersier. Secara finansial, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Net Present Value (NPV), bernilai positif sebesar Rp1.599.273.497,701 (NPV > 0), nilai IRR sebesar 30,484% yang lebih besar dari Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sebesar 14%, dimana MARR disusun berdasarkan suku bunga investasi tanpa risiko (i), biaya tambahan untuk mendapatkan investasi (Cc) dan faktor risiko proyek (α). Selanjutnya nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,129 (PI > 1), serta Payback Period (PP) selama 28 bulan yang lebih singkat dibandingkan durasi proyek selama 36 bulan. Dengan demikian, pembangunan perumahan dinyatakan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek kelayakan teknis maupun kelayakan finansial. Kelayakan teknis dan kelayakan finansial memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana pemenuhan pada kelayakan teknis berbanding lurus atau searah dengan tingkat keuntungan pada kelayakan finansial. Hasil analisis juga menunjukkan tingkat pemenuhan kelayakan teknis pada tiap faktor yaitu primer, sekunder, dan tersier memengaruhi tingkat keuntungan dari segi kelayakan finansial. Semakin terpenuhi tiap faktor pada kelayakan teknis, maka tingkat keuntungan pada kelayakan finansial semakin tinggi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By