<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Biosintesis Tio2/g-c3n4 dan SnO2/g-c3n4 Menggunakan Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Sebagai Fotokatalis Untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah Dan Degradasi Limbah Batik

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Nanokomposit TiO2/g-C3N4 dan SnO2/g-C3N4 berhasil disintesis secara hijau menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai agen pereduksi dan penstabil alami. Hasil XRD menunjukkan fase anatase (TiO2) dan rutile tetragonal (SnO2) dengan pola semi-kristalin khas g-C3N4. Spektrum FTIR memperlihatkan pita serapan 565 cm−1 (Sn–O), 669 cm−1 (Ti–O), 810 cm−1 (heptazin g-C3N4), dan 1237 cm−1 (C–N), menandakan pembentukan heterojunction. Morfologi dari TEM menunjukkan partikel sferis berdistribusi merata dengan ukuran 21,8 nm untuk SnO2/g-C3N4 dan 25,6 nm untuk TiO2/g-C3N4. Analisis EDX mengonfirmasi komposisi unsur utama Ti, Sn, C, N, dan O, sedangkan data BET menunjukkan luas permukaan 119,858 m2/g (SnO2/g-C3N4) dan 81,176 m2/g (TiO2/g-C3N4). Nilai band gap berdasarkan DRS-UV-Vis sebesar 2,67 eV dan 2,64 eV yang memperluas aktivitas di cahaya tampak. Pada aplikasi biodiesel, konversi FAME optimum dicapai oleh TiO2/g-C3N4 sebesar 100% dan SnO2/g-C3N4 sebesar 97%, dengan komponen utama metil oleat (47%) dan metil palmitat (40%) terdeteksi melalui GC-MS. Pada aplikasi degradasi zat warna naftol merah limbah batik, efisiensi optimum mencapai 99% untuk SnO2/g-C3N4 dan 98% untuk TiO2/g-C3N4 pada pH 4 selama 120 menit di bawah cahaya tampak. Secara keseluruhan, kedua nanokomposit hasil biosintesis rosella menunjukkan kestabilan tinggi, ukuran partikel kecil, serta performa fotokatalitik yang efektif untuk aplikasi energi terbarukan dan pengolahan limbah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By