<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

RESPON ARSITEKTUR ORGANIK PADA DESAIN VISITOR CENTER: SUNHOURS MODELLING

Abstract

Visitor centre merupakan fasilitas yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan mengenai tempat yang dikunjungi. Keberadaan visitor centre di Provinsi Bengkulu tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menciptakan kesan selamat datang yang nyaman bagi wisatawan. Oleh karena itu, desain visitor centre harus memperhatikan aspek fungsional dan lingkungan, terutama dalam penggunaan penghawaan alami untuk menciptakan kenyamanan termal. Penelitian ini menggunakan metode studi preseden serta pendekatan kuantitatif dengan sunhour modelling untuk menganalisis efektivitas desain terhadap pencahayaan dan penghawaan alami. Berdasarkan hasil analisis, massa bangunan visitor centre diatur dengan pola penyusunan sentral dan diberi celah antar gedung. Konsep ini memungkinkan angin dingin berputar di tengah area sebelum mendorong udara panas ke atas, sehingga sirkulasi udara lebih optimal. Selain itu, sunpath modelling digunakan untuk memahami pergerakan matahari, sehingga orientasi bangunan dapat disesuaikan guna memaksimalkan pencahayaan alami dan mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin buatan. Kesimpulannya, sunpath modelling mampu merespons kondisi tapak secara optimal, sehingga mendukung penerapan prinsip arsitektur organik. Dengan desain yang mempertimbangkan aspek lingkungan, visitor centre di Bengkulu dapat menjadi bangunan yang ramah lingkungan, nyaman, dan efisien dalam penggunaan energi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By