<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENERAPAN BUDAYA KAIZEN DENGAN PENDEKATAN METODE INTERPRETIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) (STUDI KASUS : PT. Kusuma Sandang Mekarjaya)

Abstract

Akhir-akhir ini banyak perusahaan khususnya perusahaan manufaktur menerapkan konsep Kaizen karena memberikan dampak yang positif terhadap perusahaan. Akan tetapi beberapa perusahaan menemukan kendala dalam pelaksanaanya sehingga tidak terlaksana dengan baik. Sudah ada beberapa studi literatur yang meneliti tentang keberhasilan penerapan budaya Kaizen. Namun masih sedikit yang meneliti lebih lanjut untuk membuat model terstruktur untuk mengetahui hubungan antar faktor keberhasilan penerapan budaya Kaizen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kunci serta memodelkan secara structural antar faktor. Interpretive Structural Modelling (ISM) metode yang membantu untuk mengetahui model dari faktor-faktor yang ada. ISM menganalisis elemen-elemen sistem dan memecahkannya dalam bentuk grafik dari hubungan langsung antar elemen dan tingkat hirarkinya. Hasil dari pengolahan data yaitu faktor dibagi menjadi 13 level dan dkategorikan menjadi 4 sektor antara lain autonomous, dependent, linkage dan independent. Faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan penerapan budaya Kaizen yaitu (1) Situasi dan Kondisi Perusahaan, (2) Pemilihan Ide Dalam Menerapkan Budaya Kaizen, dan (3) Kinerja yang terkait Dengan Imbalan & Pengakuan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By