Strategi Perusahaan Jasa Konstruksi Klalifikasi K1, K2, dan K3 di Daerah Kodya Jogjakarta dalam Menghadapi Kenaikan Harga Material
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kondisi perekonomian yang tidak menentu dan adanya kebijaksanaan pemerintah tentang kenaikkan tarif dasar listrik dan bahan bakar menyebabkan kenaikan harga material. Semen merupakan salah satu material yang sangat dipengaruhi oleh tarif dasar listrik dan bahan bakar, hal ini dikarenakan pabrik semen menggunakan tenaga listrik dalam jumlah sangat hesar, sehingga mempengaruhi harga semen yang diproduksi. Selain semen, material yang mengalami kenaikan harga adalah pasir dan besi beton. Kenaikan harga material mengharuskan perusahaan jasa konstruksi melakukan strategi-strategi untuk menyikapi masalah tersebut. Penelitian tugas akhir ini mengambil obyek tentang strategi yang diambil oleh perusahaan jasa konstruksi kualifikasi K1, K2, dan K3 di Kodya Jogjakarta dalam menghadapi kenaikan harga semen, pasir dan besi beton. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan memberikan kuisioner kepada pimpinan perusahaan jasa konstruksi tentang demografi perusahaan dan langkah-langkah strategi yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows dan dianalisis dengan metode Rangking dan Kruskall Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Mean Rank tertinggi untuk gabungan perusahaan jasa konstruksi kualifikasi K1, K2, dan K3 adalah pada strategi mengefisiensikan semaksimal mungkin penggunaan material (20,85%), sedangkan untuk kualifikasi K1, dan kualifikasi K3 strategi yang memiliki nilai Mean Rank teitinggi sama seperti pada gabungan kualifikasi K1, K2, dan K3 (24,8%), untuk kualifikasi K2 nilai Mean Rank tertinggi adalah pada strategi meningkatkan produktivitas tenaga kerja (23,2%). Kesimpulan penelitian ini bahwa strategi yang diambil oleh perusahaan jasa konstruksi kualifikasi K1, dan K3 dalam menghadapi kenaikan harga material yaitu pada strategi mengefisiensikan semaksimal mungkin penggunaan material, sedangkan untuk perusahaan jasa konstruksi kualifikasi K2 strategi yang diambil yaitu meningkatkan produkuvitas tenaga kerja.