<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Branding Masjid Mesra Selalu oleh Real Masjid 2.0

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam memakmurkan dan meramaikan masjid kembali yakni dengan mulai menata dan membangun kembali branding masjid seperti masjid percontohan Nabi Muhammad SAW. Masjid Real Masjid 2.0 atau dengan nama sebelumnya disebut “Masjid Muslim United” dengan tagline “Mesra Selalu” adalah salah satu masjid yang dikenal memiliki beragam terobosan kegiatan bernuansa anak muda sehingga membuat masjid ini ramai didatangi dan mendapatkan perhatian jamaah dari segala kalangan, terkhusus anak muda baik lingkup dalam maupun luar Kabupaten Sleman. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap strategi branding masjid ‘mesra selalu’ sesuai tagline yang dimiliki Real Masjid 2.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber pada penelitian ini merupakan beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan Real Masjid 2.0, antara lain: founder Real Masjid 2.0, tim pengurus divisi media dan event Real Masjid 2.0, relawan Real Masjid 2.0, dan jamaah Real Masjid 2.0. Penelitian ini menganalisis strategi branding yang diterapkan oleh Real Masjid 2.0 di Sleman, Yogyakarta, dalam membangun identitas unik sebagai "Masjid Mesra Selalu" dengan menggunakan konsep branding tempat (place branding), branding kota (city branding), dan branding destinasi (destination branding). Penelitian ini mengungkap bagaimana Real Masjid 2.0 tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat komunitas yang dinamis dan relevan dengan kehidupan modern. Real Masjid 2.0 menggunakan inovasi dalam kegiatan dakwah, seperti mengadakan kajian keislaman yang dikemas dengan konsep "war ticket" dan menghadirkan tokoh internasional, sebagai upaya untuk menarik minat generasi muda dan masyarakat umum. Kepengurusan yang mayoritas terdiri dari anak muda, solidaritas internal yang kuat, serta lokasi strategis, menjadi kekuatan utama dalam strategi branding ini. Dukungan eksternal, kepercayaan merek, serta pemanfaatan teknologi komunikasi juga memberikan peluang bagi pengembangan lebih lanjut. Melalui analisis SWOT, penelitian ini menunjukkan bagaimana Real Masjid 2.0 berhasil menciptakan identitas yang kuat dan relevan, berkontribusi pada branding kota Sleman sebagai pusat kebudayaan dan spiritualitas, serta menjadi destinasi spiritual yang menarik bagi pengunjung lokal maupun luar daerah. Integrasi antara konsep-konsep branding ini menciptakan ekosistem branding yang holistik, di mana semua elemen bekerja bersama untuk membangun citra yang kohesif dan menarik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi branding masjid dan pengelolaan tempat ibadah yang adaptif terhadap perubahan sosial.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By